About my life
Kebahagiaan itu bukan karna apa yang kita punya, tapi bagaimana cara kita menikmati apa yang kita punya... And now, my world is full, dengan orang2 tersayang disampingku... :D
Sunday, January 13, 2013
Sunday, January 6, 2013
PROPOSAL PTK
BAB 1
PENDAHULUAN
A. JUDUL
PENINGKATAN PEMAHAMAN PKN MATERI
SISTEM PEMERINTAHAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BAMBOO DANCING PADA SISWA KELAS IV SDN SIDOREJO MAGETAN TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan
Kewarganegaraan sangatlah penting karena ilmu ini berhubungan dengan cara
mencari tahu mengenai kehidupan bermasyarakat, Pendidikan Kewarganegaraan
diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari berbagai
pengetahuan yang berhubungan dengan sistem pemerintahan. Untuk mendidik siswa
agar lebih baik, guru harus mau memperbaiki cara mengajarnya. Guru harus mampu
menyesuaikan metode mengajarnya dengan tuntutan situasi. Di dalam melaksanakan
tugasnya, seorang guru harus mampu menggunakan media pembelajaran dan strategi
belajar mengajar dengan baik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang
ditetapkan.Sekarang ini kebanyakan guru
belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan kebanyakan masih
menggunakan metode ceramah, khususnya pada pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan, sehingga proses pembelajaran hanya berpusat pada guru dan
tidak ada interaksi antara kedua belah pihak.
Jadi proses pembelajaran kurang menyenangkan karena siswa hanya
mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini dapat mengakibatkan
rendahnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Berdasarkan
faktor penyebab kesulitan siswa dalam pemahaman materi sistem pemerintahan di atas, maka diperlukan suatu tindakan untuk
mengatasi permasalahan yang terjadi selama berlangsungnya pembelajaran di kelas
IV SDN Sidorejo Magetan. Upaya yang dilakukan peneliti adalah dengan menerapkan
model pembelajaran kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif, para siswa
diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi untuk
mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam
pemahaman masing-masing.
Pembelajaran dengan model kooperatif tipe
Bamboo Dancing sangat baik digunakan
untuk mengajarkan berkaitan informasi-informasi awal guna mempelajari materi
selanjutnya. Dengan menggunakan model kooperatif tipe Bamboo Dancing diharapkan terjadi pemerataan informasi atau
topik yang diketahui oleh siswa. Model kooperatif tipe Bamboo Dancing tentunya sangat bermanfaat guna pembelajaran di kelas
agar lebih variatif sehingga tidak membosankan siswa. Berdasarkan hal tersebut
maka tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui peningkatan pemahaman materi sistem pemerintahan menggunakan
model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo
Dancing pada siswa kelas IV SDN Sidorejo
Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013.
C. RUMUSAN MASALAH
·
Apakah pembelajaran kooperatif tipe
bamboo dancing dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa pada materi sistem
pemerintahan?
D. TUJUAN PENELITIAN
·
Meningkatkan pemahaman materi sistem
pemerintahan melalui pemebelajaran kooperatif tipe bamboo dancing.
E. MANFAAT PENELITIAN
a. Bagi
Siswa
Siswa akan lebih aktif, kreatif, merasa
senang, dan kemampuannya dalam memahami sistem pemerintahan meningkat.
b. Bagi
Guru
Guru-guru dimungkinkan menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing.
c. Peneliti
Lain
Dapat menjadikan inspirasi bagi peneliti lain
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. KAJIAN PUSTAKA
1.
Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Pendidikan kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik
dengan hubungan antar warga negara dengan Negara serta pendidikan pengetahuan
bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan
negara. Tiga ciri khas yang dimiliki mata pelajaran PKn, yakni meliputi
pengetahuan, keterampilan dan karakter kewarganegaraan. Ketiga hal tersebut
merupakan bekal bagi peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan
multidimensional yang memadai untuk menjadi warga negara yang baik. Adapun isi
dari pengetahuan (body of knowledge) dari mata pelajaran PKn diorganisasikan
secara interdisipliner dari berbagai disiplin ilmu ilmu sosial seperti ilmu
politik, hukum, tata negara, psikologi dan berbagai kajian lainnya yang berasal
dari kemasyarakatan, nilai-nilai budi pekerti dan hak asasi manusia dengan
penekanan kepada hubungan antar warga negara dan warga negara, warga negara dan
pemerintah negara, serta warga negara dan warga dunia.
2.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Bamboo Dancing
Model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih
luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk–bentuk yang lebih
dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.
Pembelajaran
dengan metode bamboo dancing sangat baik digunakan untuk mengajarkan berkaitan
informasi - informasi awal guna mempelajari materi selanjutnya.
Dengan menggunakan metode bamboo
dancing diharapkan terjadi
pemerataan informasi atau topik yang diketahui
oleh siswa. Metode bamboo dancing tentunya sangat bermanfaat guna pembelajaran
di kelas agar lebih variatif sehingga tidak membosankan siswa.
Adapun
langkah-langkah metode pembelajaran bamboo
dancing adalah sebagai
berikut :
1.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan topik oleh guru. Pada tahap
ini guru dapat menuliskan topik atau melakukan tanya jawab kepada siswa
berkaitan dengan pengetahuan peserta didik tentang topik yang diberikan.
Langkah ini perlu dilakukan agar siswa lebih siap menghadapi materi yang baru.
2. Guru
membagi kelas menjadi 2 kelompok besar. Misalkan jika dalam kelas terdapat 40
anak , maka tiap kelompok besar terdiri 20 orang.
3. Pada
kelompok besar 20 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 10
orang diatur yang saling berhadap-hadapan dengan 10 orang yang
lainnya, dengan posisi berdiri. Pasangan ini disebut dengan pasangan awal.
4. Kemudian
guru membagiakn topik yang berbeda-beda kepada masing-masing pasangan untuk
didiskusikan. Dalam langkah ini guru memberi waktu yang cukup agar materi yang
didiskusikan benar-benar dipahami siswa.
5. Usai
berdiskusi , 20 orang dari tiap-tiap kelompok besar yang yang
berdiri berjajar saling berhadapa itu bergeser mengikuti arah jarum jam .
Dengan cara ini tiap-tiap peserta didik mendapat pasangan baru dan saling
berbagi informasi yang berbeda, demikian seterusnya. Pergerakan searah jarum
jam baru berhenti ketika peserta didik kembali ke tempat asalnya. Gerakan
saling bergeser dan berbagai informasi inilah menyerupai gerakan
pohon bamboo yang menari-nari.
6. Hasil
diskusi di tiap-tiap kelompok besar kemudian dipresentasikan kepada
seluruh kelas. Guru memfalitasi terjadinya intersubyektif, dialog
interaktif, tanya jawab dan sebagainya. Melalui kegaiatan ini dimaksudkan agar
pengetahuan hasil diskusi oleh tiap-tiap kelompok besar dapat diobyektifkan dan
menjadi pengetahuan bersama seluruh kelas.
Metode ini tampaknya
sangat bermanfaat guna membangun kebersamaan antar siswa. Dalam metode ini
tidak terjadi persaingan , siswa saling berbagi informasi . Diskusi antar siswa
terjadi pada saat berpasangan dan pada saat presentasi topik
pelajaran. Hal ini sangat bermanfaat guna mengaktifan siswa.
Sayangnya pada metode
ini jika dibentuk kelompok besar guru harus menyiapkan topik yang
banyak juga. Topik yang terlalu banyak juga akan berakibat pada pada saat
diskusi membutuhkan waktu yang relatif lama.
Tampaknya pemanfaatan
metode ini perlu modifikasi pada saat pelaksanaannya. Pada mata pelajaran
tertentu penggunaan metode ini relatif sulit. Misalkan matematika, yang akan
mempelajari materi awal berkaitan dengan notasi , fakta dan konsep yang
tentunya tidak bisa digunakan dengan metode diskusi. Namun demikian tentunya
metode ini layak dicoba agar pembelajaran lebih bervariatif dan tidak
membosankan.
B.
HIPOTESIS
TINDAKAN
Pembelajaran dengan
kooperatif tipe bamboo dancing dapat meningkatkan pemahaman materi sistem
pemerintahan pada siswa kelas IV SDN Sidorejo Magetan.
BAB
III
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
A.
Setting
Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN
Sidorejo Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilakukan di kelas
IV SDN Sidorejo, dengan subjek siswa kelas IV sebanyak 28 siswa yang terdiri
dari 18 wanita dan 10 pria.
B.
Metode
Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan
Penelitian tindakan Kelas (PTK) dengan rancangan:
Siklus 1
·
Perencanaan
·
Pelaksanaan tindakan dan Observasi
·
Refleksi
Apabila
siklus 1 belum memperoleh hasil maka dilakukan penelitian siklus 2 dengan
tahapan siklus seperti siklus 1.
Teknik
pengumpulan data yang digunakan:
1. Observasi
2. Wawancara
3. Dokumentasi
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 2005, Penelitian
Tindakan Kelas, Materi Diklat, Jakarta: Depdiknas, Ditjen Dikdasmen, Direktorat
Tenaga Kependidikan
Saturday, December 29, 2012
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Prosedur PTK
PTK pada dasarnya adalah penelitian
eksperimen bernafas kualitatif. Penelitian tindakan (termasuk PTK)
termasuk dalam desain penelitian kualitatif interaktif.
Secara umum prosedur PTK terdiri atas :
- Penetapan Fokus Penelitian
Penetapan fokus penelitian diawali
dengan peneliti merasakan adanya masalah dalam pembelajaran
sehari-hari di kelas, kemudian dilakukan identifikasi masalah, lalu
dilakukan analisis masalah, penetapan fokus masalah, dan perumusan
masalah.
- Perencanaan Tindakan
Pada tahap perencanaan tindakan,
peneliti dapat mendeskripsikan tindakan-tindakan apa saja yang akan
dilaksanakan untuk memecahkan masalah.
- Pelaksanaan Tindakan
Perencanaan tindakan adalah
implementasi rencana tindakan.
- Observasi dan Interprestasi
Dalam melaksanakan tindakan (proses
pembelajaran sedang berlangsung) peneliti dan kolaborator melakukan
observasi dengan cara mengamati, dan mencatat/ mendeskripsikan
gejala-gejala yang tampak yang terjadi dalam praktik pembelajaran
sesuai dengan fokus penelitian yang sudah ditentukan.
- Analisis dan Refleksi
Analisis data terdiri atas analisis
data yang dilakukan selama proses pembelajaran dan saat observasi
berlangsung, dan analisis data setelah pembelajaran observasi
berakhir.
- Rencanaan Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil refleksi, maka
peneliti melakukan perbaikan-perbaikan terhadap hal-hal yang belum
dicapai pada siklus 1.
B. Model/Rancangan PTK
Sebenarnya ada beberapa model yang
dapat diterapkan dalam PTK, tetapi yang paling dikenal dan biasa
digunakan adalah model yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart.
Adapun model PTK dimaksud menggambarkan adanya empat langkah (dan
pengulangannya), yang disajikan dalam bagan berikut ini.
- Tahapan-tahapan PTK
Tahap 1: Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan adalah menyusun
rancangan tindakan dan dikenal dengan perencanaan, yang menjelaskan
tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana
tindakan tersebut dilakukan. Penelitian tindakan yang ideal
sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan
tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan.
Pihak yang melakukan tindakan adalah
guru sendiri, sedangkan yamg melakukan pengamatan terhadap
berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti, bukan guru yang
sedang melakukan tindakan.
Langkah-langkah perencanaan tindakan
adalah sebagai berikut:
- Rumuskan rencana tindakan dalam bentuk hipotesis tindakan
- Analisis kelayakan hipotesis tindakan
Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yaitu
implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah, yaitu
mengenakan tindakan di kelas.
Tahap 3: Pengamatan (Observasi)
Setelah meyakini bahwa hipotesis
tindakan yang dirumuskan telah cukup layak, selanjutnya guru
melaksanakan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Persiapan Tindakan
- Pelaksanaan Tindakan
- Pengamatan (observasi)
(1) Prinsip-prinsip Observasi
Observasi yang baik mempunyai prinsip
dasar atau karakteristik yang harus diperhatikan, baik oleh pengamat
maupun yang diamati. Hopkins (1993) menyebutkan ada lima prinsip
dasar atau karakteristik kunci observasi yaitu:
a. Perencanaan bersama
b. Fokus
c. Membangun kriteria
d. Ketrampilan observasi
e. Balikan (feedback)
(2) Jenis-jenis Observasi
(2) Jenis-jenis Observasi
Dilihat dari cara melakukannya,
observasi dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Observasi Terbuka
b. Observasi Terfokus
c. Observasi Terstruktur
d. Observasi Sistematik
c. Observasi Terstruktur
d. Observasi Sistematik
Tahap 4 : Refleksi
Secara rinci kegiatan refleksi
meliputi tiga kegiatan yaitu:
- Analisis Data
Analisis data dapat dilakukan secara
bertahap, pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan
memaparkan atau mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau
memberi makna.
- Refleksi
Refleksi dilakukan melalui analisis dan
sintetis, serta induksi dan deduksi.
Bentuk PTK tidak pernah kegiatan
tunggal tetapi rangkaian kegiatan yang akan kembali ke asal yaitu
dalam bentuk siklus. Banyaknya siklus tergantung dari keputusan
peneliti sendiri, namun sebaiknya tidak kurang dari dua siklus.
- Perencanaan Tindak Lanjut
Hasil atau kesimpulan yang didapat pada
analisis data dan setelah melakukan refleksi digunakan untuk membuat
rencana tindak lanjut. Jika ternyata tindakan perbaikan belum
berhasil menjawab masalah yang menjadi kerisauan guru, maka hasil
analisis data dan refleksi digunakan untuk merencanakan kembali
tindakan perbaikan, bahkan bila perlu dibuat rencana baru. Siklus PTK
akan berakhir, jika perbaikan sudah berhasil dilakukan.
My Favorite Artist
SharenaINK
Oy oy im back! Yup! Day 4 as a blogger. Kewl! Baca judulnya brasa donk gue nulis ala ala Miami Ink. Ejiyeeeeh jiyeeeeh mau bahas tatooo nih ye nih yeee cieeeeeehhh. Me the tattooholic. Untung profesi gue begini, kalo nggak sih lobang idung gue juga udh tatoan kali sampe ke selipan jempol kaki.
Tattoo for me adalah sebuah karya (eitsedhapgakbahasaguehaaah??). Body art! Its personal, its meaningfull, its unique and its an expression of who you are (syapa yang mau bayarin kalimat gue silahkan contact manager saya). Banyak orang beranggapan kalo org tatoan tuh bandel, sangar, pemberontak. Well, mreka salah! Jelas2 gue tatoan dan gue orang paling manis yang gue kenal *kedipkedip* Plis deh jangan kolot. Mungkin jaman dulu, jamanya nato masih pake cara dipantek kaya masang paku gue akuin, mreka sangar. They got BIG BALLS. Kalo sekarang? Yaelaaah cuma pake mesin canggih jarum cilik yang bunyinya annoying mah anyone can do it. Anak kucing juga brani!
(Di luar topik)
Dulu pas kuliah gue ada 11 piercing on me. 5 anting kanan, 4 anting kuping kiri, anting idung, and anting puser. Tetep. Bukan brarti bandel. Gue anak paling manis sedunia (yeah right). Gue piercing karena gue gemes liat smua anting itu dan pengen pake smua (gak mau milih). Anting kuping kanan kiri gue yg paling bawah itu piercing seukuran 10mm jd jari kelingking gue muat. Gue pada saat itu satu2nya cewe (iye gue cewe) yg di piercing kaya gitu, makin lama banyak yang ikut2an, alhasil gue jd males so smua anting gue lepas. Kalo udh massal udah gak asik. Keanehannya jadi ilang.
(Balik ke topik)
Got my first tat when i was 19. Pas masuk kuliah. Dari kecil udh ngidam mampus tato kupu2, seneng banget pas kesampean. Before nato gue tanya my mom and dad "mommy daddy boleh nato a supercute butterfly on my back gak *kedipkedip*?" and they were like "HELL NO! *mata melotot*". Tapi memang gue nanyanya formalitas, ya kaaaleee lolos. I did it anyways. Abis nato pamer lagi ke mom and dad, and my mom was like "iiiiihhh lucu bangeeet! Mama mauuu!!" (see gue aneh gara2 mamah). Melihat reaksinya gue bikin deal with my mom, kalo kita ke S'pore kita bakal bikin tato samaan (knapa s'pore? Coz my mom pake alasan higienisitasi dan cuma mau nato disana) dan ofcourse akibat deal itu kita udah GAK pernah lagi ke s'pore. She chickened out! Still, I have the best parents in the whole wiiideee wooorld.
My 2nd and 3rd tattoo buatnya on the same day, baru putus sm mantan trs berpikiran takut next boyfriend ga ngijinin tato jd gue melesat bawa mobil bikin tato on the spot (satu di pinggung blakang dan satu di ankle kanan) ngasal tapi lumayan lucu lah secara dadakan eyyyym. Pas kelar kleyengan gak bisa nyetir pulang jd dijemput sahabat gue ujungujungnya (penting banget informasi ini). Setelah tiga tato itu duduk manis di kulit kuning bang..eh langsat mulus ini, gue sempet vakum berkarya ditubuh lumayan lama. Efek kerjaan juga jd ribet nutupinnya. Rindu stengah mati ditusuk2 jarum cilik penuh warna ituh. #eaaa
7tahun kemudian, kelamaan di bandung, bosen, beem (baca: banyak mau) masuklah saya dan sang kekasih ke dalem studio tato dengan niat membuat couple's tattoo (semacem ababil). Sembari menunggu dan mencari2 design i got bored (yup, gue gampang banget bosenan) dan secara gue impulsif gue memutuskan nunggu sembari bikin tato lucu2an diblakang kuping. 3 little butterflies. Lucu. Gemes. Pengen toel. Tato keempat kelar. Dan design couple's tattoo pun udh dipilih. Sang kekasih mulai duluan nato. Lama. Me, bosen lagi. Ujung2nya ke-beem-an udh gak bisa dibendung. Natolah logo inter di belakang leher. Yeaaayyy. Tato kelima dan keenam dikerjain on the same time. 2 penato handal depan blakang. Rampung sudah 6 tats on my body. Addictive parah!
*ngosngosan* panjang aje nih blog. Bosen. Udah yaaahhh curhat natonya. I got INKED! Yeah! See yah!
Salam kilik kilik kuping pake kemoceng!
Xoxo,
-S-







Tattoo for me adalah sebuah karya (eitsedhapgakbahasaguehaaah??). Body art! Its personal, its meaningfull, its unique and its an expression of who you are (syapa yang mau bayarin kalimat gue silahkan contact manager saya). Banyak orang beranggapan kalo org tatoan tuh bandel, sangar, pemberontak. Well, mreka salah! Jelas2 gue tatoan dan gue orang paling manis yang gue kenal *kedipkedip* Plis deh jangan kolot. Mungkin jaman dulu, jamanya nato masih pake cara dipantek kaya masang paku gue akuin, mreka sangar. They got BIG BALLS. Kalo sekarang? Yaelaaah cuma pake mesin canggih jarum cilik yang bunyinya annoying mah anyone can do it. Anak kucing juga brani!
(Di luar topik)
Dulu pas kuliah gue ada 11 piercing on me. 5 anting kanan, 4 anting kuping kiri, anting idung, and anting puser. Tetep. Bukan brarti bandel. Gue anak paling manis sedunia (yeah right). Gue piercing karena gue gemes liat smua anting itu dan pengen pake smua (gak mau milih). Anting kuping kanan kiri gue yg paling bawah itu piercing seukuran 10mm jd jari kelingking gue muat. Gue pada saat itu satu2nya cewe (iye gue cewe) yg di piercing kaya gitu, makin lama banyak yang ikut2an, alhasil gue jd males so smua anting gue lepas. Kalo udh massal udah gak asik. Keanehannya jadi ilang.
(Balik ke topik)
Got my first tat when i was 19. Pas masuk kuliah. Dari kecil udh ngidam mampus tato kupu2, seneng banget pas kesampean. Before nato gue tanya my mom and dad "mommy daddy boleh nato a supercute butterfly on my back gak *kedipkedip*?" and they were like "HELL NO! *mata melotot*". Tapi memang gue nanyanya formalitas, ya kaaaleee lolos. I did it anyways. Abis nato pamer lagi ke mom and dad, and my mom was like "iiiiihhh lucu bangeeet! Mama mauuu!!" (see gue aneh gara2 mamah). Melihat reaksinya gue bikin deal with my mom, kalo kita ke S'pore kita bakal bikin tato samaan (knapa s'pore? Coz my mom pake alasan higienisitasi dan cuma mau nato disana) dan ofcourse akibat deal itu kita udah GAK pernah lagi ke s'pore. She chickened out! Still, I have the best parents in the whole wiiideee wooorld.
My 2nd and 3rd tattoo buatnya on the same day, baru putus sm mantan trs berpikiran takut next boyfriend ga ngijinin tato jd gue melesat bawa mobil bikin tato on the spot (satu di pinggung blakang dan satu di ankle kanan) ngasal tapi lumayan lucu lah secara dadakan eyyyym. Pas kelar kleyengan gak bisa nyetir pulang jd dijemput sahabat gue ujungujungnya (penting banget informasi ini). Setelah tiga tato itu duduk manis di kulit kuning bang..eh langsat mulus ini, gue sempet vakum berkarya ditubuh lumayan lama. Efek kerjaan juga jd ribet nutupinnya. Rindu stengah mati ditusuk2 jarum cilik penuh warna ituh. #eaaa
7tahun kemudian, kelamaan di bandung, bosen, beem (baca: banyak mau) masuklah saya dan sang kekasih ke dalem studio tato dengan niat membuat couple's tattoo (semacem ababil). Sembari menunggu dan mencari2 design i got bored (yup, gue gampang banget bosenan) dan secara gue impulsif gue memutuskan nunggu sembari bikin tato lucu2an diblakang kuping. 3 little butterflies. Lucu. Gemes. Pengen toel. Tato keempat kelar. Dan design couple's tattoo pun udh dipilih. Sang kekasih mulai duluan nato. Lama. Me, bosen lagi. Ujung2nya ke-beem-an udh gak bisa dibendung. Natolah logo inter di belakang leher. Yeaaayyy. Tato kelima dan keenam dikerjain on the same time. 2 penato handal depan blakang. Rampung sudah 6 tats on my body. Addictive parah!
*ngosngosan* panjang aje nih blog. Bosen. Udah yaaahhh curhat natonya. I got INKED! Yeah! See yah!
Salam kilik kilik kuping pake kemoceng!
Xoxo,
-S-







Friday, December 28, 2012
Cinta Tapi Beda
Jika perbedaan menjadi penghalang. Siapakah yang akan kauperjuangkan? Tuhanmu? Keluargamu? Atau Cintamu?#CintaTapiBedaPerbedaan ini mungkin ibarat menanam bom waktu, setiap saat bisa meledak. tapi saya tidak tau apa yang harus saya lakukan. Saya tenang disamping dia, itu yang membuat saya bertahan, dan menikmati kisah ini bersama Irsyad Haryo Pambudi
Thursday, December 27, 2012
TATTOO
Tattoo is a symbol of choice, responsibility, it also reminds us that we had awesome sides of life. Dan sejak pacar gue nge'tato tubuhnya dan demen tato...gue ikut2an demen... eeetapiii, gue belum berani ngukir tubuh gue, soalnya sakit sih katanya... gue suka tato bukan cuma karna itu, awalnya gue ngefans banget sama si bidadari ftv Sharena Gunawan sama si pacarnya Ryan Delon. Nah, dari situ jadi demen tato,soalnya tubuh mereka pada diukir,,,hehehhe... keren2!!!
Subscribe to:
Comments (Atom)
.jpg)
